Wednesday, April 29, 2009

Merasa Diri Nggak Berharga? Tunggu Dulu!

Mungkin, pada suatu masa dalam hidup, kamu pernah merasa nggak nyaman dengan dirimu.

Kulitmu kurang putih. Badanmu kurang tinggi. Rambutmu kurang lurus. Bibirmu kurang seksi. Otakmu kurang cerdas. Wajahmu kurang menawan. Namamu kurang populer.

Apa pernah semua hal nggak penting itu membuatmu merasa kurang berharga?
Well, gimana yaa.. Emang gitu sih kenyataannya.. mungkin begitu katamu.
Hohoho.
Benarkah?
Dirimu kurang berharga?
Yang benar saja!
Pernahkah kamu benar-benar menghitung 'harga' dirimu?

Kalo belum, coba pikirkan..
Pernah mengganti gigi palsu?
Berapa harganya? Seratus ribu? Dua ratus ribu?
Hoho. Yang benar saja. Mungkin dua juta.

Matamu kurang jelas melihat? Harus pakai kacamata?
Berapa harganya? Lima puluh ribu?
Ugh. Dapat bingkainya saja enggak.
Paling kurang tiga ratus ribu. Itu yang paling murah, kali..

Pernah ikut program pelangsingan? Atau ikut fitness?
Berapa biayanya? Seratus ribu?
Hmm.. mungkin kalo fitness kelas 'biasa aja' bisalah.
Program pelangsingan? Jadi member aja lebih dari segitu.

Pernah patah tangan?
Berapa biaya keseluruhannya?
Nggak kebayang deh. Satu juta juga nggak cukup.

Ginjalmu bermasalah?
Kira, kira berapa biaya untuk 'mengurus'nya?
Oh, my.. Setidaknya beberapa juta rupiah.

Jantungmu mengalami sesuatu?
Oh, no. Kalo ringan, mungkin dua puluh juta cukup.
Atau tiga puluh.

Otakmu mengalami pendarahan?
Hmghh.. Kalo parah, bisa sampai ratusan juta biaya pengobatannya.

Jika dirimu nggak berharga, bolehkah saya pinjam matamu? Atau tanganmu yang sebelah kiri? Atau, otakmu yang 'biasa aja' itu?
Nggak?
Oke. Gimana kalo saya bayar? Dua puluh juta untuk otakmu yang hanya berisi sel abu-abu kecil itu?
Hmm.. Nggak juga?
Jadi berapa harganya? Katanya nggak berharga?
Kamu pikir-pikir dulu?
Hmhh.. Sampe mati pun saya jamin kamu nggak akan mau menukarkan otakmu (atau ginjalmu atau jantungmu atau paru-parumu atau bahkan kakimu yang bentuknya aneh itu, atau bibirmu yang kurang seksi atau matamu yang kurang bersinar atau bahkan hidungmu yang kurang mancung) itu!!!!

Atau.. gimana kalo dua puluh juta untuk kulitmu yang kurang putih bersinar itu?
Nggak juga?
Jadi, berapa dong harganya? (mulai kesel nih..).
Nggak, deh.
Mungkiiinnn, lebih baik punya hidung biarpun nggak mancung,
mendingan punya mata walaupun kurang indah,
mendingan punya otak, walaupun nggak secerdas Einstein,
mendingan punya tangan walaupun nggak bisa melukis seindah daVinci,
mendingan punya badan yang biasa -nggak seaduhai Brad Pitt, maksudnya- ketimbang sakit-sakitan..

Mendingan.. punya semua yang kumiliki sekarang deh, ketimbang dapet -berapa tadi? dua puluh juta? lima puluh juta? seratus juta?- semuanya kayaknya nggak cukup deh buat ganti suku cadang tubuhku. Lagi, menurut Tony Buzan dalam bukunya Head First, untuk membuat peralatan yang berfungsi persis seperti mata kita saja dibutuhkan seperangkat mesin canggih yang bernilai kira-kira 750 miliar rupiah. Bayangkan, hanya untuk membuat sebuah alat yang berfungsi seperti mata kita!! Berarti mata kita saja seharga 750 miliar! Gimana yang lain? Jantung, paru-paru, ginjal, otak, syaraf-syaraf...
Ohh..

Jadi, berapa saya harus menawar?
Gubrak!
^^

Belajar dari Rasa Sakit

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang perjalanannya mulus dan nyaman terus. Pada suatu ketika, ia pasti menghadapi yang namanya kesukaran. Entah itu perasaan tertolak, dilupakan, dipandang sebelah mata, difitnah, dan semacam itu.

Sejujurnya, ketika menghadapi berbagai kenyataan yang menyakitkan tersebut, rasanya kita ingin lari saja dari kenyataan. Kita capek. Tertekan. Marah. Kecewa. Sakit hati. Nggak terima. Jika bisa, Ingin membalas.

Apa kamu juga pernah mengalaminya? Pernahkah kamu merenungkan mengapa semua hal buruk itu bisa terjadi pada orang baik seperti kamu? (ehmm..). Mungkin ini bukan sesuatu yang indah, namun perlu untuk dicerna dalam pikiran kita. Jika selama ini perasaan sakit telah banyak kali melukaimu, mulai sekarang, yuk belajar untuk mengambil pendekatan secara berlawanan. Pernahkah kamu merenungkan mengapa kita membutuhkan semua rasa sakit yang -kita pikir- tidak perlu itu?

Yeah, jika rasa sakit tidak diperlukan, Tuhan pasti akan menjauhkannya dari kita, guys. Namun, toh, kita masih diijinkanNya mengalami semua perasaan menyebalkan tersebut. Berarti, semua itu ada gunanya dalam hidup kita!

1. Rasa sakit dapat menjadi penggerak/ motivasi yang terbesar
Pernah dipandang sebelah mata? Pernah ditolak? Ditertawakan di belakang? Jika ya, lakukanlah sesuatu. Jangan hanya duduk dan merenungi nasib. Hidupmu tak akan berubah karenanya. Mungkin perjalanan hidup kita berat, tapi kita mampu mengubah dan mengendalikan nasib. Bertindaklah. Tunjukkan pada mereka yang pernah memandang sebelah mata kepadamu bahwa kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Buktikan pada mereka yang pernah menolakmu bahwa kamu jauh lebih berharga dari apa yang mereka anggap. Buat mereka menyesal karena telah menjauhimu. Ambil tindakan dan buat pencapaianmu. Jika yang kamu bisa pikirkan hanya balas dendam, mungkin sekaranglah waktunya untuk menata kembali hidupmu. Urusanmu belum selesai jika fokusmu hanya membalas dendam. Hidupmu jauh lebih berhaga daripada sekedar pembalasan dendam. Orang yang mengatakan bahwa pembalasan dendam itu manis hanyalah mengatakan kebohongan besar padamu. Jika ada yang harus kamu buktikan, maka itu adalah prestasi, bukan yang lain.

Rasa sakit adalah penggerak terbesar dalam hidup seseorang. Jika kamu berhasil membuktikan diri melalui pencapaianmu, suatu hari nanti kamu bisa menoleh ke belakang dan merasa berterima kasih pada setiap orang yang telah memandang sebelah mata kepadamu. Bahkan kamu akan merasa berhutang kepada mereka. Karena tanpa mereka, mungkin kamu nggak akan pernah sampai di sana..

2. Ketidak-nyamanan adalah tanda bahwa kamu sedang bertumbuh
Tahu kepompong kan? Mungkin kamu tahu bahwa ada saatnya kepompong harus menjalani masa yang sukar sebelum menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Jika kamu berniat membantu, kamu justru akan merusak pertumbuhannya. Bukannya semakin cepat ia menjadi kupu-kupu, bisa-bisa ia malah mati dan merana, karena pada saat-saat itu, ia sedang menguatkan otot-otot tertentu dalam sayapnya agar ia dapat terbang.

Demikian juga dengan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang menyebalkan dalam hidupmu. Bisa jadi itu cara Tuhan menguatkan otot-otot kebaikan dan urat-urat mental dalam jiwamu, agar pada saatnya nanti, kamu terbiasa menghadapi keadaan yang seperti itu. Ingatlah bahwa apapun yang tidak membunuhmu, menjadikanmu lebih kuat!

3. Mungkin Tuhan sedang mengembangkanmu untuk membentuk dan membuat kehidupan orang lebih baik melalui pengalaman-pengalamanmu yang buruk di masa lalu.
Coba tebak, siapa yang bisa memberi penghiburan pada mereka yang patah hati? Hanya orang yang pernah melaluinya. Siapa yang bisa merasakan penderitaan mereka yang sakit parah? Hanya mereka yang pernah mengalaminya. Percayalah sob, tanpa pernah mengalami apa yang seseorang alami, kamu takkan pernah bisa mengerti keadaannya. Namun dengan mengalaminya sendiri, kamu jadi bisa bercerita banyak dan menjadi berkat bagi orang lain dalam 'pengalaman istimewa'mu tersebut.

Jika lain kali kamu bertanya mengapa hal buruk terjadi pada orang baik seperti dirimu, cobalah untuk menanyakan pada diri sendiri, apa yang dapat kamu pelajari melalui pengalaman itu? Apa yang telah diajarkan oleh pengalamanmu dalam hal itu? Kamu pasti mendapatkan sudut pandang baru dalam memandang kehidupan!

Monday, April 27, 2009

Jangan Pernah Buat Alasan!!!



Pernah nonton The Greatest Game Ever Played?
Film ini inspiratif banget!!!

Bermula dari kegemaran Francis Ouimet akan golf, yang dianggap sebagai mainannya orang kaya pada jaman itu (sampe sekarang juga masih, sih..). Orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang mendukung. Bahkan ayahnya menentangnya. Hanya ibunya yang bisa memahaminya.

Karena tekanan dari sang ayah, Francis kemudian melupakan cia-citanya untuk jadi pegolf terkenal. Hingga akhirnya, dia diminta untuk ikut bertanding di Kejuaraan Amerika Terbuka melawan para pegolf profesional terbaik dunia, termasuk Harry Vardon, idolanya.

Kebayang gak sih, gimana sikap mental seseorang yang hanya dipandang sebelah mata? Udah gitu, orang-orang sekelilingnya gak ada yang mendukung, lagi.. Hmhh.. gak bisa disalahin kalo orang itu jadi down.. Tapi ternyata nggak gitu halnya dengan Mr. Ouimet. Dia tetap saja berjuang, walaupun hanya didampingi caddy-nya yang berumur 10 tahun, Eddie Lowrey. Yang jadi masalah, pesaingnya bukan hanya pegolf amatir yang 'ecek-ecek', tapi bener-bener pegolf profesional, yang terbaik dari kelasnya. Hmghh..

Awalnya, banyak orang meragukan kemampuan seorang Francis Ouimet untuk maju ke babak selanjutnya. Toh, dia hanya seorang pemain amatir. Orang tuanya miskin, dan dia sendiri hanya seorang caddy. Dilihat dari segala sisi, gak mungkin deh.. Mana lagi caddynya seorang anak berusia 10 tahun, yang ukuran badannya sama dengan peralatan golfnya. Sering, pasangan ini diketawain di belakang karena keunikan mereka. Tapi nyatanya, mereka tidak menyerah.

Fakta dan teori memang seringkali bertentangan. Mr. Ouimet yang di atas kertas nggak mungkin bisa, selanjutnya malah mengalahkan semua pesaingnya yang notabene sudah punya nama besar, dan tinggal berhadapan dengan Harry Vardon. Bahkan ketika semua orang masih bilang nggak mungkin, pemuda sederhana ini menunjukkan bahwa nggak ada yang nggak mungkin kalo kita mau berusaha dengan tekun.

Well, akhirnya mungkin bisa ditebak. Francis Ouimet menang. Tapi, perjuangannya untuk sampai ke sana benar-benar nggak mudah. Sekali lagi, bener-bener nggak mudah.

Mungkin kamu pernah merasa seperti Mr. Ouimet yang menjadikan kekuranganmu sebagai alasan untuk tidak berhasil. Keluarga sederhana, orang tua yang hanya orang biasa, dipandang sebelah mata, nggak memenuhi syarat, dan jutaan hal lainnya. Tapi sejarah membuktikan bahwa ada orang-orang yang bisa meraih impian mereka dengan usaha yang tekun. Dan, Mr. Ouimet pun hanya orang biasa, sama seperti kita. Tapi dia menorehkan sejarah yang sangat manis dengan tidak menjadikan segala kekurangannya sebagai alasan untuk nggak maju.

Apa impianmu saat ini? Apa yang menghalangimu untuk terus maju? Jangan pernah buat alasan. Kamu bisa. Kamu mampu. Di dalam dirimu tersimpan semua yang kamu butuhkan untuk berhasil. Jika saja kamu mau lebih berusaha. Jika saja kamu mau bertahan menghadapi kesukaran-kesukaranmu. Jika saja kamu mau lebih bertekun.

Nggak ada alasan bagi tiap orang yang mau berhasil untuk tidak mewujudkan impian mereka. Tuhan seringkali menaruh impian-impian dalam hati kita bukan untuk kita lupakan, namun untuk kita raih dan wujudkan. Jika kita ada di dunia ini, maka kita seharusnya mencerminkan kemuliaanNya, bukan?

Jika kamu mulai melupakan impianmu dan memikirkan hal lain sebagai gantinya, cobalah pikirkan kembali. Jika kamu melakukan apa yang kamu anggap benar, go ahead. Tapi jika itu bukan tujuanmu dilahirkan, please, friend, kembalilah. Impian kita ada bukan hanya untuk direnungkan, namun juga untuk diperjuangkan dan diwujudkan.

Lain halnya jika kamu belum memiliki impian. Mungkin, untuk kasus yang seperti ini, kamu harus menanyakannya kepada Tuhan yang menciptakanmu. Agar kamu nggak salah arah dan dapat berfungsi sebagaimana tujuanmu diciptakan.

Majulah, teman.
Jadikan impianmu kenyataan.
Mulailah dengan melakukan hal-hal kecil di sekelilingmu dengan cara dan sikap yang besar!

Tuesday, March 17, 2009

Mulailah dengan Apa yang Kamu Miliki!


Sudah nonton The House Bunny?

Film komedi ini mengisahkan seorang 'gadis Bunny', yang biasa tinggal di mansion Playboy, tiba-tiba harus keluar dari mansion dan menemukan jalan hidupnya. Tibalah dia di perhimpunan Zeta sebuah kampus dan harus berhadapan dengan dekan kampus yang ingin menutup asrama mereka karena anggotanya hanya sedikit. Sejak Shelley, nama gadis itu masuk, dia berupaya dengan segala cara untuk menjadi ibu asrama bagi perhimpunan Zeta dan mengubah tampilan kelompok anak pintar yang membosankan itu jadi 'hot', gaul, memikat dan populer. Sebaliknya, dia juga belajar banyak hal tentang menemukan impian sejatinya.

Film ini memang ringan banget, tapi sarat dengan pesan yang dalam kalo kita mau merenungkannya. Shelley yang 'gak bisa apa-apa', hanya tahu gaya, pesta dan dandan, bisa mengajari anak-anak kutu buku yang membosankan itu dengan gaya dan pembawaannya yang 'beda'.

Kadang, itulah yang harus kita lakukan: memulai sesuatu dari mana kita berada, dengan apa yang kita miliki. Nggak perlu jadi besar dulu untuk memulai sesuatu. Nggak perlu populer, hebat atau punya jabatan tinggi dulu untuk membuat perbedaan dalam hidup. Kita bisa kok memulainya dengan apa-apa yang kita miliki dari tempat kita berada sekarang ini.

Kalo terus menunggu, bisa-bisa kita menghabiskan seumur hidup kita dan tak mendapatkan apapun. Parahnya, kita nggak akan melakukan sesuatu yang berarti, sesuai tujuan kita diciptakan.

Jika kamu masih sekolah, kamu bisa memulai sesuatu dengan memelajari apapun yang menarik minatmu dengan sungguh-sungguh. Jika kamu mengambil kursus, kamu bisa mengembangkan dirimu terus-menerus melalui apa yang kamu pelajari. Jika kamu seorang anak, kamu bisa melakukan sesuatu yang 'beda' dalam keluargamu. Kamu bisa mulai dengan menghemat air, listrik di rumahmu, mengkampanyekan perdamaian yang dimulai dari dalam keluargamu, menjadi inspirasi yang baik bagi teman-temanmu, banyak hal menarik bisa kamu lakukan sesuai dengan bakat, potensi dan keunikanmu.

Jika toh satu-satunya yang kamu tahu hanya gaya, dandan ataupun pesta seperti Shelley, jika kamu bisa menempatkan hal-hal tersebut dalam perspektif yang tepat, hidupmu bisa lebih optimal dengan caramu yang unik!

Yuk, baharui pikiran dengan sikap hati kita dengan cara pandang yang benar dan lebih baik.. Kita bukanlah korban. Kita adalah pemenang. Kita sendiri yang patut bertanggung jawab atas apapun yang terjadi dalam hidup kita. Nggak penting berapa besar masalahmu, yang penting adalah sikap mentalmu. Jika kamu merasa kecil, patut dikasihani, dan menderita sepanjang hidupmu, demikian juga orang akan memandangmu. Jadikan penderitaanmu sebagai motivasi untuk meraih sesuatu yang lebih baik dalam hidup.

Percayalah, sob, masa depanmu jauh lebih berarti daripada semua penderitaanmu, dan hidupmu jauh lebih pantas untuk diperjuangkan ketimbang untuk ditangisi..

Dari mana kamu bisa mulai membuat perbedaan?


Monday, March 9, 2009

Mengapa Masalahku Begitu Berat???

Pernahkah kamu menanyakan pertanyaan seperti di atas ketika menghadapi masalah yang begitu berat? Bahkan kamu merasa benar-benar nggak mampu, nggak cukup kuat, nggak cukup bijak, dan nggak cukup pengalaman untuk menghadapi persoalan tersebut.

Kabar baiknya, jika kamu menghadapi persoalan yang luar biasa, itu karena kamu memang luar biasa. Nggak ada orang biasa yang menghadapi peristiwa atau kejadian yang luar biasa. Nggak ada orang biasa yang harus menghadapi persoalan luar biasa. Orang biasa akan menghadapi kehidupan yang biasa-biasa saja. Lain halnya dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka akan menjalani kehidupan yang luar biasa, persoalan-persoalan yang tampak luar biasa, dan menghasilkan prestasi yang juga luar biasa karenanya. Sedangkan bagi orang biasa, prestasi biasa pun akan dianggap luar biasa!

Persoalan yang kita hadapi sekarang ini sebenarnya dapat menjadi indikasi kebesaran diri kita dan masa depan kita. Yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi keadaan tersebut. Viktor Frankl, pendiri Logotherapy pernah menulis bahwa kebebasan besar yang terakhir bagi seseorang adalah dapat memilih sikapnya terhadap keadaan apapun. Kita tidak bisa mengendalikan keadaan, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bersikap.

Tuhan takkan mengijinkan persoalan yang luar biasa terjadi dalam hidup kita jika Dia tahu kita tak mampu mengatasinya. Jadi, jika sesuatu yang luar biasa besar sedang terjadi dalam hidupmu, yakinlah bahwa itu terjadi karena Allah tahu kamu sanggup menghadapi dan mengatasinya. Jangan jadikan masalah sebagai penghalang, tapi melompatlah dari sana. Buatlah terobosan-terobosanmu, lakukan lompatan-lompatanmu, agar kelak kamu bisa melihat bahwa setiap masalah yang datang sebenarnya dirancang untuk menguatkan tiap bagian dalam dirimu agar bertumbuh sesuai dengan kapasitas yang Tuhan kehendaki.

Ubah cara berpikirmu. Kamu bukan korban, tapi pemenang. Jangan biasakan untuk mengeluh, mengkritik dan menyalahkan keadaan. Kamu menjadi seperti apa adanya kamu karena setiap masalah yang kamu hadapi telah membentukmu sedemikian. Bersyukurlah untuk setiap masalahmu!

Jika lain kali masalah besar dan luar biasa terjadi, ingatlah bahwa masalah itu terjadi karena kamu bukanlah seorang yang biasa-biasa. Kamu bukan orang kebanyakan. Kamu luar biasa, dan suatu saat nanti, kamu akan jadi orang besar jika kamu berhasil melalui semua persoalan tersebut. Jika rasanya kamu masih tak mampu, ingatlah pepatah lama yang mengatakan bahwa 'ini pun akan segera berlalu..'. Nggak ada yang abadi di dunia ini, jadi jadikan tiap waktumu berharga!

Tuesday, March 3, 2009

BOSAAANN!!! Apa yang Harus Kulakukan?

Suatu hari dalam hidup, kamu pasti pernah merasa bosan. Konon, kebosanan adalah salah satu penyebab kematian otak. Rasa bosan yang berlarut-larut dapat membuat kita kehilangan semangat, males ngapa-ngapain, dan.. menganggap dunia seolah tak indah lagi.

Tapi, selalu ada jalan keluar untuk setiap persoalan. Begitu juga dengan perasaan bosan yang kita rasakan. Jika kamu pernah merasa bosan, cobalah perhatikan seekor anjing kecil.

Anjing kecil selalu menganggap apa yang ada di depannya sebagai mainan baru. Entah itu sandal, sisir, keset, boneka, bantal, apapun yang bisa mereka raih akan mereka tarik, gigit-gigit, bawa ke sana kemari, dan diajak bermain. Bahkan, jika kita mencoba memarahinya, dia akan berpikir bahwa kita mengajaknya bermain!

Seekor anjing kecil selalu membawa keceriaan. Kenapa? Karena ia menganggap dunia adalah sebuah wahana permainan besar. Semua hal adalah mainan yang pantas untuk dicoba. Semua hal perlu untuk digigit-gigit dan diajak main. Entah apa resikonya, itu masalah nanti. Yang penting sekarang, semuanya adalah permainan! Mungkin itu motto para anjing kecil sedunia :).

Dalam penerapannya, kita mungkin perlu meniru sikap seekor anjing kecil. Apa sih yang bikin kita bosan? Rasa tidak peduli, atau ketidak-tertarikan terhadap apa yang ada di sekeliling kita, beda dengan anjing kecil yang punya rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatunya. Coba deh bawa seekor anjing jalan-jalan. Dia akan selalu berhenti di sana-sini. Mencium bunga, mengendus-endus tanah, memperhatikan sekeliling, men'cari jejak', dia selalu pengen tahu tentang segala sesuatu. Anjing memperhatikan hal-hal kecil, tertarik pada hal-hal remeh, dan layaknya seorang detektif, ia menganggap semua yang ada dalam radius penciumannya yang tajam sebagai kasus yang harus diselidiki!

Lain kali kamu merasa bosan, kamu bisa mulai memperhatikan sekelilingmu dengan lebih seksama. Apa yang dikenakan teman sebangkumu, mengapa angkot rata-rata berwarna biru, di mana sudut paling enak di kamarmu untuk 'pewe', banyak hal menarik akan kamu temukan dalam hidupmu. Bisa saja tiba-tiba kamu menyadari bahwa guru matematikamu ternyata punya selera humor yang tinggi, tetangga sebelah rumahmu ternyata punya tahi lalat besar di bawah matanya, bunga aster ternyata punya banyak sekali warna indah yang bisa dijadikan alternatif warna pengganti cat dinding di kamarmu, dan cowok (atau cewek jika kamu cowok) yang duduk di belakangmu ternyata manis juga...

Katanya, hidup ini bagaikan kanvas. Kita sendiri yang harus menggoreskan kuasnya agar kanvas kita jadi berwarna..

Wednesday, February 11, 2009

Kehidupan yang Besar adalah Akumulasi dari Hal-Hal yang Kecil

Banyak orang ingin melakukan hal-hal yang spektakuler, fantastis dan luar biasa dalam hidup mereka, namun seringkali nggak tahu harus mulai dari mana. Karena terpaku pada kesempurnaan itu, mereka malah jadi nggak berbuat apa-apa. Misalnya, sebagai penulis pemula mereka mengharapkan bisa menulis sebuah karya masterpiece baru akan mengirimkannya ke penerbit. Ya nggak mungkinlah.. Semuanya kan harus dimulai dari langkah pertama. Kita nggak mungkin bisa mengubah dunia dalam satu malam. Emangnya Roro Jonggrang, minta dibuatin 1000 candi dalam tempo semalam. Dongeng aja nggak bisa.. :).

Kalo keinginan untuk melakukan sesuatu yang hebat itu juga ada padamu, jangan berkecil hati. Kamu termasuk di antara jutaan orang lain di dunia yang berniat melakukan hal yang sama. Tapi, apakah kamu tahu cara paling mudah untuk melakukannya?

Ada yang mengatakan bahwa hidup hanyalah akumulasi dari apa yang kita lakukan. Hal-hal besar terbentuk dari hal-hal kecil. Jika kamu ingin melakukan yang besar, mulailah melakukan hal-hal kecil. Bagaimana misalnya?
  • Mulailah melakukan apa yang bisa kamu lakukan.
Jangan tunggu hingga kamu kaya, sukses atau terkenal baru melakukan sesuatu. Bukan kehebatanmu yang menjadikanmu besar, tapi perbuatanmu menjadikanmu hebat. Lagi, nggak akan ada waktu yang tepat. Selalu ada alasan jika kamu terus mencarinya. Lupakan penghalang. Cari tahu apa yang kamu bisa lakukan dari saat ini untuk melangkah pada tujuanmu.

  • Tambahkan kualitas 1% tiap hari untuk semua yang kamu lakukan
Mungkin 1% terdengar gak ada artinya. Tapi jika dijumlahkan jadi 1 tahun, berapa persen akan kamu dapatkan? Nggak kurang dari 365 persen !!!.

  • Lakukan semuanya dengan hati.
Kualitas yang membedakan karya besar dengan karya biasa adalah sentuhan personalnya. Jangan biasakan diri melakukan sesuatu hanya karena kamu bisa, melainkan karena kamu bersedia. Kehidupan akan memberi upah pada orang yang melakukan tiap pekerjaan mereka dengan rela. Bonusnya, kamu akan merasa bahagia. Mungkin pekerjaanmu sama saja dengan apa yang temanmu lakukan, tapi karena kamu melakukannya dengan senang hati, kamu akan lebih rileks menjalaninya, dan kamu akan merasa bahagia akan apa yang kamu lakukan, bukan karena terpaksa. Bukalah matamu terhadap hal-hal baru. Pelihara rasa ingin tahumu. Dunia ini penuh dengan banyak sekali kejutan jika kamu mau menggali dan menemukannya!

  • Pelihara sikap positif
Cara berpikir kita sangat mempengaruhi semua unsur diri kita : roh, jiwa, dan tubuh. Jadi, sangat benar jika para ahli menyarankan kita untuk tetap berpikir positif. Usahamu ditertawakan orang? Tersenyumlah. Mereka mungkin belum mengerti apa yang sedang kamu lakukan. Banyak orang berhasil memulai usaha mereka dengan tatapan sebelah mata orang lain, kok. Kadang hal itu malah bisa dijadikan cambuk agar kita berusaha lebih keras. Usahamu menemui jalan buntu? Bangkitlah. Pelihara semangat yang menyala-nyala dalam jiwamu. Usahamu ditentang orang? Bertahanlah. Jika kamu yakin pada apa yang sedang kamu lakukan, berpeganglah padanya dan jalani niatmu.

Di dalam dunia ini ada dua energi: energi positif dan energi negatif. Memelihara energi negatif mungkin lebih mudah, tapi dengan demikian kamu nggak akan mendapat upah apa-apa dari kehidupan ini, sementara energi positif menarik lebih banyak kebahagiaan, keberuntungan dan berkat ke dalam kehidupanmu. Mana yang kamu pilih?

Jika tiap hari kamu mengakumulasikan sedikit demi sedikit hal yang berarti bagi perkembanganmu, nggak mustahil suatu hari nanti kamu pun akan jadi orang besar. Toh nggak ada orang yang terlahir sebagai orang besar, yang ada hanya orang-orang biasa yang terus berusaha melakukan apa yang mereka bisa dengan cara yang besar.

Dan itulah yang membuat perbedaan!

Monday, February 9, 2009

Kamu vs Ponselmu


Sejak pertama kali beredar hingga saat ini, ponsel benar-benar telah berevolusi. Sekarang kita kenal apa yang disebut Iphone, Smartphone, PDA, dan yang paling anyar, Blackberry. Sepertinya tiap produsen ponsel selalu mencari celah agar ponsel mereka tidak hanya berfungsi secara maksimal, tapi juga gaya.

Apa kamu juga termasuk orang yang suka mengikuti perkembangan ponsel? Yang bersedia mengganti ponselmu bahkan jika itu belum rusak hanya supaya nggak kalah gaya dengan teman-temanmu? Kamu nggak sendiri. Ada banyak remaja di dunia ini melakukannya. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa dirimu sebenarnya bisa diibaratkan dengan ponsel idamanmu?

Kita renungkan yuk..

  1. Segaya apapun ponselmu, nggak ada artinya jika kamu nggak punya pulsa

Fungsi utama ponsel adalah berkomunikasi. Jika ponselmu bisa buat motret, nge-game, dengerin MP3 atau browsing internet, maka itu adalah fungsi tambahan. Pernah nggak sih kamu ketemu sama orang yang tampilannya oke, ponselnya keren abis, eh, pas dipinjem buat telepon, menjawab dengan penuh makna mendalam ‘Nggak ada pulsa...’. Yee, sedih banget gak sih! Mendingan juga ponsel kita biasa tapi pulsanya jalan terus..

Ini mungkin hanya hal kecil, tapi jika diaplikasikan pada diri kita, itulah yang kerap terjadi. Kita suka nggak mau kalah gaya, kalah keren, pokoknya tampilan kita harus wooke, padahal sih semua yang ada di luar itu nggak sebanding dengan apa yang ada di dalam diri kita: kepribadian, cara pikir, talenta, nilai-nilai yang kita anut, dsb. Pemilihan Ratu sejagat saja mengedepankan 3B : brain, beauty, behavior. Bukan hanya tampilan yang jadi penilaian mereka.

Jika lain kali kamu mulai merasa resah akan tampilan kamu, coba pikirkan lagi deh. Apa sih artinya keren tapi nggak punya otak? Apa sih artinya stylish tapi nggak bisa apa-apa? Bukan berarti tiap orang yang gaya itu nggak bisa apa-apa, tapi kita seringkali salah memprioritaskan. Jika ada yang perlu kamu kejar, coba kejar dulu deh hal-hal yang berarti untuk jiwamu, perbaiki apa-apa yang ada di ‘dalam’ dirimu. Setelah itu, baru pikirkan gimana untuk bergaya ala Miss Universe atau Lelaki Sejagat. Soalnya bukan apa, high end fashion saja nggak bertahan lama. Paling lambat 3 bulan, gaya super keren itu akan berlalu, digantikan oleh model-model lain. Apa nggak kelimpungan kamu kalo berusaha untuk terus mengikuti perkembangannya?

2. Biarpun punya pulsa cukup, tampilan oke, ponselmu tetap aja nggak bisa dipake kalo baterenya abis..

Duuuh.. paling sebel deh kalo lagi nunggu telpon penting, tiba-tiba ponselmu ngasih tanda low batt. Mo maraaaaah banget. Belum lagi kalo di sekitarmu nggak ada tempat buat ngecas, dan kamu nggak punya batre cadangan. Hrghhh...

Sama seperti ponsel, kita pun harus terhubung dengan sumber energi kita kalo nggak mau jadi low batt kayak kisah ponsel tadi. Kalo kita low batt, yang ada jadi gampang marah, jealous, bete, cemberut, depresi, pengen kabur, putus asa, males belajar, males ketemu orang dan semua hal buruk yang bisa terjadi tiba-tiba berkumpul dalam hati kita, siap untuk diledakkan.

Gimana caramu mengisi ulang energimu? Apakah dengan berdoa saat terdesak? Ibadah sekedarnya? Meditasi ketika mengalami depresi? Apa yang kamu lakukan? Jika kamu menganggap bahwa ibadah dan segala kebiasaannya adalah sesuatu yang kurang berarti, maka kamu salah besar. Sebuah ayat mengatakan untuk ‘carilah dulu Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu’. Ini prinsip yang tidak bisa diubah. Mungkin kamu pernah mendengar bahwa ‘menikah itu ibadah’, ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’, ‘beramal itu ibadah’, ‘bekerja itu ibadah’, pokoknya banyak hal adalah ibadah. Itu bener banget. Sebenarnya, semua yang kita lakukan adalah ibadah. Tapi yang lebih penting adalah menemukan kembali sumber energi kita, dan terhubung denganNya untuk mendapatkan kembali tenaga yang telah hilang dari diri kita.

Coba kamu bayangkan. Jika kamu marah, kecewa, sebal, apa itu bukan pemborosan energi namanya? Coba deh ingat baik-baik bagaimana perasaanmu ketika sedang marah. Apa kamu merasa sehat? Apa kamu merasa damai? Bahagia? Nggak mungkin. Hatimu sakit. Jiwamu pedih. Badanmu pun pasti akan ikut ikut nggak enak. Penelitian saja membuktikan bahwa sakit hati dan kemarahan yang disimpan terlalu lama dapat menyebabkan kanker. Energimu berkurang. Energi baikmu tersedot keluar dari dirimu. Apa yang tersisa? Kemarahan. Kekecewaan. Energi buruk dan jahat. Apa kamu bisa bertahan hidup dengan segala energi negatif itu? Mungkin bisa, tapi hidupmu akan sangat, sangat menderita.

Itulah sebabnya kita perlu terhubung dengan Sumber Energi kita, yaitu Tuhan. Dia akan memberitahukan kepadamu jika kamu berbuat salah. Dia akan mencurahkan berkatNya jika kita taat kepadaNya, dan Dia akan menyertai, memimpin dan memberikan apapun yang kita butuhkan jika kita mau terus terhubung denganNya.

Memangnya gimana sih cara terhubung dengan Tuhan? Dengan bicara secara pribadi kepadaNya. Segampang itu. Tuhan toh mengetahui ketika kita sedang duduk atau berdiri, diam atau bicara, bahkan sebelum kita bicara, Dia tahu apa yang akan kita ucapkan. Tapi Dia ingin pengakuan dan ketulusan kita, bahwa kita butuh Dia. Kamu nggak perlu terlalu susah membayangkan hal yang ribet atau melakukan ritual seperti orang suci untuk bicara denganNya. Dia tahu kalo kamu banyak dosa. Dia tahu kesalahan-kesalahan yang kamu perbuat. Dia tahu kalo kamu nggak pinter pinter amat bicara. Dan Dia mengerti keadaanmu. Dia nggak peduli dengan semua kelebihanmu, jumlah uangmu di bank, atau seberapa banyak relasimu. Yang Dia pedulikan adalah kamu, terlepas dari segala kehebatanmu itu. Jadi, tunggu apalagi sob, jika kamu nggak mau seumur hidup menderita karena kehabisan energi, cepat-cepatlah melakukan sesuatu agar kamu bisa terhubung kembali dengan Sumber Energimu!

3. Biarpun feature ponselmu seabrek-abrek, tetap saja nggak ada gunanya jika kamu nggak tahu bagaimana mengaktifkan atau mempergunakannya dengan maksimal

Ada orang-orang yang beli ponsel hanya karena ikut-ikutan. Atau supaya tampil gaya. Padahal, mereka nggak terlalu tahu kegunaan fitur-fitur pada ponsel mereka. Akhirnya, yang ada ponselnya cuma kepake buat nelpon, kirim sms, sama dengerin musik. Padahal, ponselnya bisa buat merekam suara, bisa buat internetan, dengerin siaran radio favorit, bisa buat ngerekam kayak handycam, bisa liat kalender, ngitung kayak kalkulator, schedulling kayak agenda, dsb. Apa ada orang yang masih ‘katro’ kayak gitu? Walaupun aneh kedengerannya, tapi masih ada. Bahkan jumlahnya nggak sedikit.

Apa maksudnya jika dihubungkan dengan diri kita? Kadang, kita suka ngerasa nggak bisa apa-apa. Dibandingkan dengan teman-teman, kayaknya kita bukan siapa-siapa. Mereka ada yang jago nyanyi, berbakat memimpin, ahli matematika, macem-macem deh bakat mereka. Kita jadi merasa keciiiil banget. Padahal sih sebenarnya, kita juga punya banyak fitur ajaib yang telah Tuhan taruh dalam diri kita. Hanya, mungkin kita belum menyadari dan menemukannya. Jika ini terjadi padamu, coba selidiki dirimu. Caritahu lebih banyak tentang dirimu. Apa bakat-bakatmu, ketrampilanmu, kesukaanmu, dan banyak hal yang bisa bikin kamu berhasil jika kamu mau menggali setiap potensi dan keunikan yang ada dalam dirimu (kalo mau tahu lebih banyak tentang dirimu, baca dong buku saya ‘Curhat Yuk!’). Kalo kamu masih belum tahu, mungkin kamu perlu menanyakannya pada Sang Pencipta dirimu. Dia tahu lebih tepat apa-apa yang ada padamu dan apa saja yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. (Jelas saja, Dia kan Penciptamu.. Jika sang pencipta nggak tahu lebih banyak dari orang lain, siapa lagi yang bisa kita tanyai tentang sebuah barang ciptaan?).

4. Canggih dan keren itu selalu bersifat sementara. Yang paling canggih dan keren hari ini, belum tentu masih paling canggih dan keren tahun depan

Nggak ada yang kekal di dunia ini. Jadi, buat apa susah. Jangan terlalu memandang jauh ke depan. Carpe diem. Nikmati saat ini. Hari depan mungkin penuh dengan ketidak pastian, tapi kamu punya saat yang pasti, yaitu hari ini. Saat ini adalah hadiah, makanya disebut present dalam bahasa Inggris:). Rileks, friends, this day is your day. Enjoy it!

Ini sih sekedar renungan sederhana. Jika kamu mau merenungkan lebih dalam, sebenarnya banyak hal bisa kita pelajari dari sekeliling tentang diri kita. Kamu mau hidupmu jadi lebih baik? Belajarlah untuk mengamati hal-hal kecil di sekelilingmu!

Saturday, February 7, 2009

Pilihlah Untuk...

Pilihlah untuk mengasihi, ketimbang membenci.
Pilihlah untuk tersenyum, ketimbang mengernyitkan dahi.
Pilihlah untuk membangun, ketimbang menghancurkan.
Pilihlah untuk bertekun, ketimbang menyerah.
Pilihlah untuk memuji, ketimbang bergosip.
Pilihlah untuk menyembuhkan, ketimbang melukai.
Pilihlah untuk memberi, ketimbang mencengkeram.
Pilihlah untuk berbuat, ketimbang menunda.
Pilihlah untuk mengampuni, ketimbang mengutuk.
Pilihlah untuk berdoa, ketimbang putus asa.

Misteri Doa yang Dijawab

Saya minta kekuatan kepada Allah,
agar saya boleh berprestasi;

Saya malah dibuat lemah,
agar saya belajar taat dengan rendah hati.

Saya minta kesehatan,
agar saya bisa melakukan perbuatan-perbuatan besar;

Saya malah diberikan cacat,
agar saya bisa melakukan hal-hal yang lebih baik.

Saya minta kekayaan agar saya bahagia;
Saya malah diberi kemiskinan, agar saya bijaksana.

Saya minta kekuasaan agar saya dipuji orang;
Saya malah diberi kelemahan, agar saya merasa butuh Allah.

Saya minta segala hal agar saya bisa menikmati kehidupan;
Saya malah diberikan kehidupan agar bisa menikmati segalanya.

Saya tidak minta apa-apa kecuali harapan;
ternyata, doa-doa yang tak terucap itu dijawab.

Saya, di antara banyak manusia,
sungguh banyak diberkati.


Di akhir perang sipil,
doa ini ditemukan terlipat dalam saku seorang prajurit konfederasi