Friday, June 27, 2008

Kamp Pelatihan TUHAN


Pelatihan Tuhan seringkali membingungkan bagi kita. Dan ini terjadi dalam hidup tiap orang, terutama mereka yang akan dipakai oleh Tuhan menjadi alatNya. Seorang hamba Tuhan pernah katakan bahwa tiap orang yang akan dipakai secara luar biasa oleh Tuhan pasti akan mengalami proses penghancuran terlebih dahulu.

Elia, seorang nabi besar adalah contohnya. Sebelum dipakai Tuhan untuk membuat mujizat, ia harus mengalami pelatihannya Tuhan.

1. Dia harus tinggal di tepi sungai Kerit
Kerit artinya: dicincang sampai habis. Ini tempat dimana dia disisihkan dari dunia, dari sorotan dan tempat dia belajar untuk menggantungkan sepenuh hidupnya pada Tuhan. Bayangkan, dalam keadaan kekeringan di jaman itu, ia harus berharap burung gagak memberinya makan 2 kali sehari. Jika itu bukan ketergantungan pada Tuhan, apa lagi namanya?

2. Ia harus pergi ke Sarfat
Sarfat artinya ujian. Jarak dari sungai Kerit ke Sarfat diperkirakan 100 mil jauhnya, melalui padang terbuka. Bayangkan bagaimana perasaan Elia menjalani perjalanan tersebut dengan bangkai-bangkai binatang di sekelilingnya (ingat waktu itu sedang terjadi kekeringan), sedangkan dia adalah orang yang paling dicari oleh raja Ahab. Kapanpun dia dapat mati terbunuh. Tapi toh, sampai juga dia ke tempat tujuannya.

Seringkali, Tuhan menyuruh kita pergi ke tempat yang tak kita inginkan. Ia bawa kita pada dapur peleburan untuk dipanaskan, dimurnikan dan diuji. Tempat itu bisa jadi sangat menyakitkan, namun percayalah jika Tuhan yang memimpin perjalanan kita, maka Dia ingin kita menguatkan bagian-bagian rohani kita yang masih lemah.
Di sini Elia membuat janda di Sarfat percaya kepada Allahnya. Di sini juga dia mengadakan mujizat yang belum pernah terjadi, yaitu membangkitkan anak perempuan janda itu yang mati.

Setelah semuanya selesai, barulah Tuhan menyuruh Elia menemui Ahab. Dan kisah selanjutnya adalah sejarah. Tuhan melakukan mujizatNya lagi melalui sang nabi dengan mengirimkan api dari langit membakar habis korban bakarannya dan merendahkan nabi-nabi Baal. Melalui hal ini, iman orang Israel dibangkitkan lagi pada Tuhan.

Sebelum sampai pada mujizat, Elia harus mengikuti pelatihannya Tuhan yang tak mudah. Ada sungai Kerit dan tempat bernama Sarfat. Rasanya, tiap orang yang akan dipakai Tuhan terlebih dahulu ditempatkanNya pada Kerit dan Sarfat mereka masing-masing.
Daud di padang gurun.
Paulus di Damsyik.
Yusuf di penjara.
Musa di padang gurun Midian.
Yakub di Pniel.
Sadrakh, Mesakh dan Abednego di dapur api.
Dan Yesus di salib.

Kerit dan Sarfat kita mungkin tak berupa tempat, melainkan lingkungan kerja, atau keluarga, atau keadaan, atau pelayanan, banyak hal membuat kita bagai berada di Kerit, tempat kita 'dicincang sampai habis'. Bahkan seakan tak cukup, diuji lagi dalam dapur peleburannya Tuhan yang panas.

Jika itu sedang terjadi, ingatlah bahwa semakin Tuhan menghancurkan hidup seseorang, biasanya semakin Ia akan menjadikan orang tersebut alat pilihanNya yang luar biasa. Jangan lari, jangan memberontak atau mengeluh. Jalani dengan sukacita. Anggap saja kita sedang berada di kamp pelatihannya Tuhan untuk dibentuk jadi prajuritNya yang berhati baja. Atau mungkin, Ia sedang memurnikan kita agar kualitas emas itu nampak dalam diri kita. Jangan menyerah, karena Ia akan bertindak pada waktuNya yang tepat, mengangkat kita dari panasnya tempat peleburan ini dan menyatakan kemuliaanNya melalui hidup kita..

No comments: