Monday, October 19, 2009

BIG 5 PERSONALITY -YANG MANAKAH TIPE KEPRIBADIANMU?

'Siapakah Aku?' adalah pertanyaan yang paling banyak digemakan di dunia ini. Banyak orang terlahir dengan tanda tanya yang besar akan dirinya.

Terlepas dari apa latar belakang, sejarah, impian atau bakat kita, ilmu psikologi membagi manusia ke dalam 5 besar tipe kepribadian.

Inilah 5 besar tipe kepribadian tersebut:
1. Extraversion (A)
Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orang-orang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.

2. Agreeableness (A)
Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Berdasarkan value survey, seseorang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki value suka membantu, pemaaf, dan penyayang.

3. Neuroticism (N)
Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.

4. Opennes (O)
Openness mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas. Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai imajinasi, broadmindedness, dan a world of beauty. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah memiliki nilai kebersihan, kepatuhan, dan keamanan bersama, kemudian skor openess yang rendah juga menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan.

5. Conscientiousness (C)
Conscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, dan ambisius.

Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.

Kadang, kita merasa cemas karena kita begitu berbeda dengan tipe yang lainnya. Misalnya, jika kamu seorang pendiam sementara kamu berada di tengah lingkungan yang 'ramai', mungkin kamu akan menganggap dirimu 'beda'. Atau, kamu seorang yang sangat ekspresif dan asertif sementara orang lain di lingkunganmu begitu kaku dan tradisional. Padahal, tidak ada benar dan salah dalam kepribadian kita. Yang kita perlukan hanyalah ketrampilan untuk mengolah kepribadian yang kita miliki tersebut menjadi sebuah sumber daya yang potensial, nggak hanya bagi diri kita sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitar kita dan bagi dunia!

Ingatlah bahwa orang yang menjadikan dirinya sendiri lebih baik, akan menjadikan dunia lebih baik. Kamu nggak perlu menunggu orang lain melakukan sesuatu yang besar dalam hidupmu. Yang kamu butuhkan hanyalah keberanian -seperti yang dikatakan oleh Mahatma Ghandi-- untuk menjadi perubahan yang kamu ingin orang lain lakukan untukmu..


Sumber : rumahbelajarpsikologi.com.

Friday, October 16, 2009

TIPS MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

Menurut Maxwell Maltz, M.D. F.I.C.S, penulis buku Psycho-Cybernetics, setidaknya 95% orang di dunia ini kehidupannya diwarnai dengan perasaan rendah diri hingga tingkatan tertentu. Dan bagi jutaan orang, rasa rendah diri yang sama ini menjadi penghambat serius terhadap sukses serta kebahagiaan mereka.

Mungkin, sebagai remaja kamu juga pernah mengalami apa yang disebut dengan Inferiority Complex, masalah rendah diri dan suka membandingkan diri dengan orang lain. Dalam masa transisi, wajar saja jika hal ini terjadi padamu. Tiap orang pada suatu masa dalam hidupnya juga pernah mengalaminya. Namun, Inferiority Complex ini bisa berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik. Kabar baiknya, setiap orang terlepas dari siapa dia dan bagaimana latar belakangnya ternyata bisa meningkatkan rasa percaya diri jika mereka bersedia mengubah dirinya untuk itu!

Jika kamu termasuk di antara 95% warga dunia yang disebut Mr. Maltz tadi, berarti kamu nggak sendiri dong. Masalah Inferiority Complex ini ternyata memang menjangkiti warga dunia. Tapi jika kita tahu triknya, kita bisa kok mengatasinya dan mengubah perasaan inferior kita jadi sebuah kekuatan ekstra untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan hidup kita..

Tips Menyembuhkan Diri dari Inferiority Complex :
1. Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain!
Kita akan selalu memiliki sisi yang lebih lemah dibandingkan orang lain. Jika kamu ingin menguasai banyak hal sekaligus (sebagai akibat membandingkan diri dengan orang lain), mungkin kamu takkan pernah berhasil dalam bidang apapun. Einstein mungkin ahli dalam hal matematika. Tapi kita tak pernah mendengarnya menciptakan lagu atau merancang busana, bukan? Dan sang professor sendiri tak pernah mempersoalkan kemampuannya dalam bidang lainnya. Ada orang-orang yang terlahir dengan multi-talenta. Biarkan saja mereka. Jika kamu tidak, bukan berarti kamu punya alasan untuk merasa inferior. Kamu selalu punya kekuatan, potensi dan talenta dalam dirimu untuk meraih impianmu, entah dalam hal apa yang kamu sukai. Hanya ada satu kamu di dunia ini dan berbanggalah karena itu. Jika kamu tidak menjadi dirimu, lalu siapa yang akan menjadi kamu? *wink wink*.

2. Fokus saja pada kelebihanmu
Ada orang-orang yang ingin menguasai semua bidang. Seni, matematika, bahasa, olahraga, IT.., yeah, itu hak mereka. Tidak pernah salah untuk mempelajari hal-hal baru dalam hidup selama kita memiliki kesempatan untuk itu. Tapi dengan demikian, kita melupakan kekuatan dari fokus. Bukankah lebih baik kita berhasil dalam satu bidang tertentu ketimbang bisa melakukan banyak hal namun tidak punya keahlian khusus dalam salah satu bidang?

Jika kamu mahir dalam bidang IT, jangan cemas jika kamu lemah dalam bidang olahraga. Jika kamu ahli dalam sastra, jangan persoalkan jika kamu kurang mahir dalam menghitung rumus. Tiap kita dilahirkan dengan tas perlengkapan kita sendiri yang disebut sebagai bakat atau 'genius' kita. Memikirkan kelemahan kita hanya akan membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang seharusnya bisa lebih berguna!

3. Lupakan!
Konon, salah satu ciri-ciri terpenting dari pemain rugby yang benar-benar hebat adalah 'ingatan yang luar biasa pendek'. Maksudnya adalah kemampuan sang pemain untuk seketika itu juga melupakan kegagalannya agar dapat fokus pada target - keberhasilannya menangkap lemparan bola lain kalinya.

Kita semua pernah gagal di masa lalu. Kita pernah berbuat salah dan melakukan pelanggaran. Kita pernah disakiti, dikhianati dan mengalami banyak perasaan buruk lainnya. Mengkritik diri sendiri atas kesalahan dan kekeliruan di masa lalu tidaklah membantu, justru malah cenderung mengubah perilaku yang ingin kita ubah. Hentikan bayang-bayang dari masa lalu. Arahkan pandangan ke depan dan mulailah lembaran baru dalam hidup. Jangan biarkan kegagalan dari masa lalu membebani dan menghantuimu. Jika bukan kamu sendiri yang menentukan perasaanmu, maka orang lain akan mengambil kendalinya!

4. Lakukan hal-hal yang kamu suka
Melakukan hal-hal yang kita sukai akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Kenapa? Karena kita akan berusaha untuk menguasai hal itu dan menjadi mahir karenanya. Jika kamu suka menulis, menulislah. Jika kamu suka menggambar, menggambarlah. Jika kamu suka menari, menarilah. Menurut Brian Tracy, tidak ada orang yang lebih hebat dari kita (jika kita mau berusaha). Jadilah yang terbaik dalam bidangmu!

5. Berpura-puralah!
Tahukah kamu bahwa berpura-pura percaya diri bisa meningkatkan rasa percaya dirimu? Itu terjadi karena otak kita tidak punya penilaian moral. Seperti komputer, ia hanya bekerja sesuai dengan data yang dimasukkan ke dalamnya. Jika kamu memasukkan banyak data yang positif (bahkan walaupun itu hanya sesuatu yang pura-pura), tepat seperti itulah ia akan merespons. Demikian juga halnya jika kamu memasukkan data-data yang negatif. Nggak heran kamu bisa BT sepanjang hari hanya karena sesuatu yang salah di pagi hari..

6. Olah rasa sakitmu!
Konon, rasa sakit dapat berfungsi sebagai motivator yang paling baik. Mungkin kamu pernah dipandang sebelah mata oleh orang lain. Direndahkan, dianggap nggak becus, nggak dipercaya, dan sebagainya. Jangan bersedih hati dan menyesali nasib karenanya. Gunakan rasa sakit sebagai pendorong utamamu membuktikan pada dunia bahwa mereka salah. Bahwa kamu tidaklah seperti yang orang lain katakan. Kamu punya kualitas yang lebih baik dari yang mereka sangka selama ini. Jika kamu hanya diam, mereka akan menatapmu dan beranggapan bahwa mereka benar. Jangan hanya diam, bertindaklah, lakukan sesuatu. Kejar impianmu. Kamu belum benar-benar gagal hingga kamu sendiri yang menyerah dan mengaku kalah! Selama kamu masih berjuang, kamu sedang dalam perjalanan untuk kesuksesanmu!

7. Lakukan yang terbaik
Berusaha melakukan yang terbaik akan membuat kita tenang dan lebih PD. Ingatkah kamu saat kamu mengerjakan PRmu dengan baik? Ketika kamu tiba lebih awal di sekolah dan tidak terlambat? Ketika kamu berhasil menyelesaikan tugas-tugas sekolahmu tepat pada waktunya? Kamu akan merasa jauh lebih tenang, dan lebih percaya diri. Jika belum, mungkin ini layak dicoba! *smile*.

8. Terhubung dengan Kekuatan Illahi
Menurut penelitian, orang-orang yang banyak menghabiskan waktu untuk berdoa atau bermeditasi akan merasa jauh lebih tenang. Tentu saja! Dengan siapa kita bergaul mempengaruhi kepribadian kita. Seperti yang saya katakan (tuliskan?) berulang kali, Tuhan yang menciptakanmu tak pernah menciptakan seseorang sebagai bahan eksperimen. Jadi jika kamu lahir ke dunia ini, maka kamu adalah bukti nyata kasihNya. Kamu adalah masterpieceNya. Hanya dengan menyadari hal ini seharusnya bisa membuatmu merasa lebih percaya diri. Jika belum, mungkin kamu perlu lebih lagi terhubung dengan Kekuatan Illahi..

Pernahkah kamu mendengar kalimat berikut ini?
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
Carilah maka kamu akan mendapat;
Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu..

Hidup mungkin tidak membayarmu setiap bulan atau setiap tahun seperti seorang boss, guys, tapi hidup akan memberikanmu upah pada waktunya..


Blessings, everyone!

Saturday, July 11, 2009

ELEMEN PENTING KESUKSESAN

Bagaimana seandainya..
Kamu nggak punya cukup bakat atau ketrampilan,
nggak punya kesempatan untuk meraih impianmu,
dan orang tuamu nggak punya cukup biaya agar kamu bisa melanjutkan pendidikan?
Akankah kamu berhasil?

Jika kamu menjawab ya, kamu benar. Itu sangat manusiawi. Tanpa semua elemen penting itu, kamu mungkin nggak bisa berhasil.

Tapi,jika toh kamu tidak memiliki semua itu, kamu tetap bisa meraih impianmu.
Asalkan kamu berjalan dengan Tuhan di dalam hidupmu. Dia Yang Empunya Langit dan Bumi. Dia menjadikan yang tidak ada menjadi ada. BagiNya tidak ada yang mustahil. Dengan Dia hidup di dalam hidupmu, kamu punya potensi luar biasa untuk meraih keberhasilan.

Bakat memang penting. Kerja keras, ketekunan, uang, semangat, dukungan dari lingkungan sekeliling memang sangat dibutuhkan. Tapi tanpa Tuhan, kamu akan mendapati bahwa keberhasilanmu hanyalah fatamorgana. Jika kamu berjalan dengan Dia, mungkin perjalananmu berbatu-batu, banyak jalan terjal dan berliku, kamu harus melewati lembah kelam, tapi Dia akan memimpinmu dan takkan meninggalkanmu sendirian.

Jika Penguasa Alam Semesta ini memimpinmu, apa lagi yang kamu kuatirkan dalam hidup?
Let's begin the journey toward our dreams with God Almighty taking the lead..



Bookmark and Share

Monday, July 6, 2009

Bingung Soal Jodoh?

Lagi serius pacaran? Tapi bingung apakah hubungan akan dilanjutkan atau tidak? Atau, ada beberapa orang yang naksir dan kamu harus memilih salah satu?

Kalo kamu lagi berkutat dengan urusan memilih jodoh, here some suggestions..

1. Cari orang yang chemistrynya ‘dapet’ (sorry kalo bahasanya kacau.. chemistrynya dapet.. apaan tuh? -smile-)

Pokoknya kamu merasa klik dengannya dalam banyak hal penting, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

2. Pasanganmu haruslah benar-benar punya visi yang sama untuk masa depan.

Trust me. This is really important. Kalo nggak, kalian nggak akan bisa sejalan nantinya.

3. Selain saling mencintai, lebih baik pilih orang yang mencintaimu daripada orang yang kamu cintai.

Walaupun yang namanya cinta itu identik dengan pengorbanan, tapi alangkah menyakitkannya jika kamu maksa hidup dengan orang yang kamu cintai namun nggak pernah mencintaimu..

4. Pertanyakan apa saja yang bisa dan tidak bisa kalian kompromikan.

Pikirkan : apa saja yang berani kamu korbankan untuk pasanganmu? Kalo kamu nggak berani mengorbankan sesuatu yang penting untuk kebersamaan kalian (karir misalnya) lebih baik jangan, deh. Tapi, jangan pernah korbankan HAL-HAL PRINSIPIL dalam hidupmu, seperti iman/kepercayaan, hubungan dengan orang tua, persahabatan, nilai-nilai, karakter dsb demi siapapun. Hal2 itu jauh lebih bernilai daripada sekedar cinta!

5. Diskusikan pandangan kalian mengenai arti perkawinan.

Apakah hanya ingin melanjutkan keturunan, menyatukan 2 perusahaan, atau menjalani hidup dengan seseorang yang benar-benar berarti. Jika hal ini nggak dibahas dari awal, bisa-bisa banyak masalah nantinya. Tar kamu pengen langsung punya anak, pasanganmu masih sibuk dengan impian2nya, bakal berantem kan jadinya..

6. Memasuki pernikahan itu ibarat membuka kotak Pandora. Kamu bisa menyesal melakukannya!

Ibarat kotak Pandora yang bikin penasaran, kita semua begitu terbuai dengan kisah-kisah yang berakhir dengan ‘… and they live happily ever after..’. Padahal, kita nggak tahu apa-apa tentang pernikahan yang sesungguhnya. Bagi banyak orang, menikah itu menyenangkan karena bisa berbagi kehidupan dengan orang yang kita cintai. Tapi bahkan cinta pun bisa luntur, makanya kita harus benar-benar memperhitungkan ‘untung-rugi’nya bukan hanya untuk 1-2 tahun, melainkan seumur hidup kita!

7. Jangan ikut paksaan untuk cepat-cepat menikah.

Kita bisa kok be single and be happy. Yang keburu-buru itu biasanya kurang perhitungan. Kalo dulu seseorang harus menikah pada usia tertentu, sekarang mah asyik-asyik aja kali. Toh sudah ada kesetaraan gender. Bukan jaman wanita untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga. Juga kewajiban pria nggak hanya cari uang, tapi juga pada soal-soal rumah tangga yang sepele, lho.. Ini yang namanya pergeseran nilai-nilai sosial..

8.Pasanganmu haruslah seorang yang benar-benar bisa membuatmu jadi diri sendiri

Jika saat bersamanya kamu jadi jaim, selalu ingin menampilkan yang terbaik dari dirimu, percuma diteruskan deh. Buat apa? Kamu hanya akan membohongi dirinya dan dirimu sendiri. Padahal kita tahu bahwa kebohongan bukanlah landasan dari hubungan yang kokoh, bukan?

9. Berdoalah agar kamu dapat pasangan yang nggak hanya baik, tapi yang terbaik.

Kamu bisa memilih pasangan yang baik atau sangat baik, tapi segala yang terbaik itu datangnya dari sorga. Jadi untuk mengambil keputusan dalam hal ini, mintalah hikmat pada Tuhan. Jika sampai kini yang terbaik belum juga datang, mungkin saatnya saja yang belum tepat.

Kalo kamu punya saran atau tips lain, don't be hesitate to email me or send me your suggestions.. :).

Saturday, July 4, 2009

17 Again!



Well, saya jadi suka mereview film ya.. Tapi it's okay kan, selama bisa memberi pencerahan.. hehehe.

Saya baru abis nonton 17 Again beberapa hari yang lalu. Ceritanya sederhana banget. Mengisahkan tentang Mike o'Donell yang menghadapi banyak masalah (akan bercerai dengan istrinya, nggak didengerin sama anak-anaknya, belum lagi urusan pekerjaannya yang ribet). Entah gimana, dia mendapat kesempatan untuk balik jadi 17er lagi. Kebayang gak sih.. repot, lucu, dan serunya hidupnya.. Tapi, dalam keadaannya sebagai seorang pemuda 17th, dia bisa menata kembali hidupnya. Dia bisa mendapatkan kembali perhatian dari anak-anaknya, nggak jadi cerai sama istrinya, dan mendapat sudut pandang yang lebih baik tentang kehidupan.

Memang, nggak semua orang bisa mengulang kembali kehidupannya seperti kisah Mike o'Donnel ini (yeah, namanya juga di fim-film..). Memang sih, kadang kita pengen mengulang kembali hidup kita. Ada saat kita merasa sudah menyia-nyiakan hidup yang kita miliki dan ingin mengulang kembali, tapi nggak mungkin. Yang ada kita jadi menyesali hidup .. Padahal sih, solusinya ternyata nggak susah susah banget. Kita mungkin nggak bisa memperbaiki hidup kita di masa lalu, tapi kita bisa melanjutkan hidup dan memperbaiki masa depan dengan cara hidup kita sekarang ini.

Apapun yang terjadi di masa lalu, kita mesti meyakini bahwa kita hidup di masa kini. Jangan mau dibelenggu oleh kenangan buruk, pengalaman, kesedihan, kekecewaan ataupun semua hal negatif dari masa lalu. Biarlah yang telah berlalu kita tinggalkan di belakang. Sekarang saatnya untuk menata hidup untuk masa depan.

Kita seringkali lupa bahwa kita memiliki masa kini sebagai investasi yang sangat besar. Jika kamu merasa hidupmu terjebak di masa lalu, ambil sikap untuk berubah. Nggak ada yang bisa menghalangimu jika kamu nggak mau dihalangi. Nggak ada yang bisa menghancurkan kamu jika kamu nggak mau dihancurkan. Ini hidupmu, jadi jangan biarkan siapapun merusaknya dengan apa yang mereka lakukan terhadapmu!

Sejujurnya, jika bisa, saya juga pengen balik jadi anak umur 19 tahun lagi. Tapi nyatanya, nggak bisa. Saya mungkin pernah gagal di masa lalu saya, punya kenangan buruk, begitu banyak hal negatif dari masa lalu saya. Tapi jika saya membiarkan semua itu menghalangi saya dan membuat saya hanya menangis seharian (atau berhari-hari) menyesali nasib, dunia takkan berlaku ramah pada saya. Toh kesempatan takkan datang pada orang yang hanya duduk menanti, namun kesempatan akan menghampiri siapapun yang sedang bekerja mempersiapkan dirinya menyambut peluang yang tepat..

Kesusahan akan selalu ada, tapi kita punya kebebasan yang sangat besar dalam diri kita, yaitu kebebasan untuk memilih. Jangan sampai salah memilih. Kadang, hal-hal besar dalam hidup ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang kita buat. So, anggap saja tiap hari adalah hari terakhirmu di muka bumi ini.. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan pada saat itu? Pilihlah untuk hidup tanpa penyesalan dengan selalu memilih apa yang tepat bagi dirimu!

Saturday, May 23, 2009

Sama Seperti Dia..

Merlin : Gwen, jika kamu berkuasa atas hidup dan matinya Uther (sang raja yang telah secara tak langsung membunuh papanya), apakah kamu akan membunuhnya?
Guinivere : Tidak.
Merlin : Tidak?
Guinivere : Buat apa? Itu tidak akan memecahkan apapun, hanya akan membuatku jadi seorang pembunuh, sama seperti dia..

Hmm.. renungan yang bagus buat siapapun yang berencana ingin membalas dendam..

Hidup adalah Ujian



Suka ngikutin The Adventures of Merlin gak?

Mini seri ini tayang di Hallmark Channel tiap Selasa pk. 20.00. Jangan bayangkan Merlin sebagai kakek tua berjanggut putih panjang di sini, karena Merlin yang dikisahkan adalah Merlin muda yang sedang 'merintis karier' sebagai penyihir dan pelayan dari Arthur, sang pangeran. Sejujurnya, saya sendiri nggak suka dan nggak percaya soal sihir dan penyihir, tapi saya suka seri ini karena banyak sekali filosofinya yang menarik, menggugah dan pantas untuk direnungkan, terlepas dari soal sihir-menyihirnya.

Dalam salah satu episodenya, dikisahkan bahwa Arthur, yang pada waktu itu belum menjabat sebagai raja, tidak sengaja membunuh seekor Unicorn sehingga ia dan seluruh Camelot harus menanggung kutuk karenanya. Ia akan diuji. Jika lulus, kutukan akan dicabut. Namun jika tidak, ia dan seluruh Camelot harus menanggung kutukan itu selamanya.

Dalam ujian pertama, Arthur lulus. Namun dalam ujian kedua, ketika berhadapan dengan seorang miskin yang menghina harga dirinya, ia kalah. Sebenarnya ia tidak perlu meladeni perkataan-perkataan 'jahil' tersebut. Tetapi, karena ia merasa terhina, dan tidak tahu bahwa ia sedang diuji, ia kalah. Seluruh kerajaan Camelot pun dikutuk dengan kekeringan dan gagal panen. Seluruh rakyat menderita kelaparan dan kehausan, karena air pun berubah menjadi pasir.

Ketika Merlin mempertanyakan kebijakan tersebut pada sang penjaga Unicorn dan memintanya mencabut kutukannya, ia hanya mengatakan bahwa ia tak berhak. Hanya jika Arthur lulus dalam ujian yang diberikan kepadanya, maka kutukan atas seluruh Kerajaan Camelot dapat dicabut. Dan ia telah gagal. Merlin pun meminta kesempatan kedua. Singkat cerita, kesempatan itu diberikan. Kepada Arthur dan Merlin (hubungan mereka tak hanya sebatas pangeran dan pelayan, namun juga sepasang sahabat) diberikan dua cawan. Yang satu berisi air biasa, dan yang satu lagi berisi racun. Mereka harus minum dari cawan yang sama. Jika salah memilih, mereka akan mati.

Sebagaimana seorang pelayan yang setia, Merlin minta agar ia saja yang meminum air dari cawan tersebut. Namun, Arthur menolak. Toh ia yang menyebabkan Camelot dilanda kekeringan. Pada akhirnya, dengan sedikit menipu Merlin, Arthur meminum air dari kedua cawan tersebut. Ia jatuh pingsan, hingga sempat membuat Merlin panik dan marah. Namun ia tidak mati, karena ternyata ia lulus dalam ujian. Ia berani menanggung resiko mati dan bukannya menyuruh Merlin, pelayan dan sahabatnya, menggantikannya. Karena Unicorn adalah lambang dari ketulusah hati, maka yang membunuhnya harus diuji untuk melihat isi hatinya. Jika didapati hatinya benar dan tulus, maka kutukan akan dicabut. Jika sebaliknya, tidak ada yang dapat menarik kembali kutukan tersebut. Sebelumnya, Arthur sempat gagal karena ia tidak tahu bahwa ia sedang diuji. Pada akhirnya, ia menyadari bahwa ia harus melewati ujian tersebut. Dan isi hatinya diketahui melalui ujian tersebut.

Seringkali terjadi kita gagal dalam hidup karena tidak tahu bahwa kita sedang diuji. Hanya karena hal-hal sepele, kita menyimpang dari fokus dan meladeni hal-hal nggak penting itu. Kadang, kita hanya melihat akibat sementaranya dan mengambil keputusan untuk bertindak. Padahal sepatutnya kita tidak mengalihkan perhatian dari apa yang menjadi fokus kita.

Yeaahh.. hidup memang penuh dengan misteri. Kita tidak tahu kapan kita sedang diuji, karena bahkan di saat semuanya kelihatan sempurna pun, bisa jadi itu ternyata adalah sebuah ujian. Konon, memang lebih mudah untuk mengatasi ujian di saat yang sulit dibandingkan saat-saat yang indah dan penuh berkat. Tapi toh, namanya ujian, sama aja, siihh.. ^^

Mungkin hidup berjalan dengan lambat dan tidak seperti yang kita harapkan. Mungkin penuh dengan lika-liku, pertanyaan tak terjawab, hambatan dan problema. Namun ingatlah, orang lain tak berhak untuk menentukan hidup kita. Hanya jika kita berhasil mengatasi ujian yang diberikan pada kita, kita dapat sampai pada tujuan kita.

Hidup adalah ujian, friends. Ingatlah itu tiap saat dalam hidupmu. Jika menghadapi apapun, baik hal-hal yang susah maupun hal-hal yang menyenangkan, akankah sesuatu yang baik terpancar dari hatimu?

Blessings unto you!

Wednesday, April 29, 2009

Merasa Diri Nggak Berharga? Tunggu Dulu!

Mungkin, pada suatu masa dalam hidup, kamu pernah merasa nggak nyaman dengan dirimu.

Kulitmu kurang putih. Badanmu kurang tinggi. Rambutmu kurang lurus. Bibirmu kurang seksi. Otakmu kurang cerdas. Wajahmu kurang menawan. Namamu kurang populer.

Apa pernah semua hal nggak penting itu membuatmu merasa kurang berharga?
Well, gimana yaa.. Emang gitu sih kenyataannya.. mungkin begitu katamu.
Hohoho.
Benarkah?
Dirimu kurang berharga?
Yang benar saja!
Pernahkah kamu benar-benar menghitung 'harga' dirimu?

Kalo belum, coba pikirkan..
Pernah mengganti gigi palsu?
Berapa harganya? Seratus ribu? Dua ratus ribu?
Hoho. Yang benar saja. Mungkin dua juta.

Matamu kurang jelas melihat? Harus pakai kacamata?
Berapa harganya? Lima puluh ribu?
Ugh. Dapat bingkainya saja enggak.
Paling kurang tiga ratus ribu. Itu yang paling murah, kali..

Pernah ikut program pelangsingan? Atau ikut fitness?
Berapa biayanya? Seratus ribu?
Hmm.. mungkin kalo fitness kelas 'biasa aja' bisalah.
Program pelangsingan? Jadi member aja lebih dari segitu.

Pernah patah tangan?
Berapa biaya keseluruhannya?
Nggak kebayang deh. Satu juta juga nggak cukup.

Ginjalmu bermasalah?
Kira, kira berapa biaya untuk 'mengurus'nya?
Oh, my.. Setidaknya beberapa juta rupiah.

Jantungmu mengalami sesuatu?
Oh, no. Kalo ringan, mungkin dua puluh juta cukup.
Atau tiga puluh.

Otakmu mengalami pendarahan?
Hmghh.. Kalo parah, bisa sampai ratusan juta biaya pengobatannya.

Jika dirimu nggak berharga, bolehkah saya pinjam matamu? Atau tanganmu yang sebelah kiri? Atau, otakmu yang 'biasa aja' itu?
Nggak?
Oke. Gimana kalo saya bayar? Dua puluh juta untuk otakmu yang hanya berisi sel abu-abu kecil itu?
Hmm.. Nggak juga?
Jadi berapa harganya? Katanya nggak berharga?
Kamu pikir-pikir dulu?
Hmhh.. Sampe mati pun saya jamin kamu nggak akan mau menukarkan otakmu (atau ginjalmu atau jantungmu atau paru-parumu atau bahkan kakimu yang bentuknya aneh itu, atau bibirmu yang kurang seksi atau matamu yang kurang bersinar atau bahkan hidungmu yang kurang mancung) itu!!!!

Atau.. gimana kalo dua puluh juta untuk kulitmu yang kurang putih bersinar itu?
Nggak juga?
Jadi, berapa dong harganya? (mulai kesel nih..).
Nggak, deh.
Mungkiiinnn, lebih baik punya hidung biarpun nggak mancung,
mendingan punya mata walaupun kurang indah,
mendingan punya otak, walaupun nggak secerdas Einstein,
mendingan punya tangan walaupun nggak bisa melukis seindah daVinci,
mendingan punya badan yang biasa -nggak seaduhai Brad Pitt, maksudnya- ketimbang sakit-sakitan..

Mendingan.. punya semua yang kumiliki sekarang deh, ketimbang dapet -berapa tadi? dua puluh juta? lima puluh juta? seratus juta?- semuanya kayaknya nggak cukup deh buat ganti suku cadang tubuhku. Lagi, menurut Tony Buzan dalam bukunya Head First, untuk membuat peralatan yang berfungsi persis seperti mata kita saja dibutuhkan seperangkat mesin canggih yang bernilai kira-kira 750 miliar rupiah. Bayangkan, hanya untuk membuat sebuah alat yang berfungsi seperti mata kita!! Berarti mata kita saja seharga 750 miliar! Gimana yang lain? Jantung, paru-paru, ginjal, otak, syaraf-syaraf...
Ohh..

Jadi, berapa saya harus menawar?
Gubrak!
^^

Belajar dari Rasa Sakit

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang perjalanannya mulus dan nyaman terus. Pada suatu ketika, ia pasti menghadapi yang namanya kesukaran. Entah itu perasaan tertolak, dilupakan, dipandang sebelah mata, difitnah, dan semacam itu.

Sejujurnya, ketika menghadapi berbagai kenyataan yang menyakitkan tersebut, rasanya kita ingin lari saja dari kenyataan. Kita capek. Tertekan. Marah. Kecewa. Sakit hati. Nggak terima. Jika bisa, Ingin membalas.

Apa kamu juga pernah mengalaminya? Pernahkah kamu merenungkan mengapa semua hal buruk itu bisa terjadi pada orang baik seperti kamu? (ehmm..). Mungkin ini bukan sesuatu yang indah, namun perlu untuk dicerna dalam pikiran kita. Jika selama ini perasaan sakit telah banyak kali melukaimu, mulai sekarang, yuk belajar untuk mengambil pendekatan secara berlawanan. Pernahkah kamu merenungkan mengapa kita membutuhkan semua rasa sakit yang -kita pikir- tidak perlu itu?

Yeah, jika rasa sakit tidak diperlukan, Tuhan pasti akan menjauhkannya dari kita, guys. Namun, toh, kita masih diijinkanNya mengalami semua perasaan menyebalkan tersebut. Berarti, semua itu ada gunanya dalam hidup kita!

1. Rasa sakit dapat menjadi penggerak/ motivasi yang terbesar
Pernah dipandang sebelah mata? Pernah ditolak? Ditertawakan di belakang? Jika ya, lakukanlah sesuatu. Jangan hanya duduk dan merenungi nasib. Hidupmu tak akan berubah karenanya. Mungkin perjalanan hidup kita berat, tapi kita mampu mengubah dan mengendalikan nasib. Bertindaklah. Tunjukkan pada mereka yang pernah memandang sebelah mata kepadamu bahwa kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Buktikan pada mereka yang pernah menolakmu bahwa kamu jauh lebih berharga dari apa yang mereka anggap. Buat mereka menyesal karena telah menjauhimu. Ambil tindakan dan buat pencapaianmu. Jika yang kamu bisa pikirkan hanya balas dendam, mungkin sekaranglah waktunya untuk menata kembali hidupmu. Urusanmu belum selesai jika fokusmu hanya membalas dendam. Hidupmu jauh lebih berhaga daripada sekedar pembalasan dendam. Orang yang mengatakan bahwa pembalasan dendam itu manis hanyalah mengatakan kebohongan besar padamu. Jika ada yang harus kamu buktikan, maka itu adalah prestasi, bukan yang lain.

Rasa sakit adalah penggerak terbesar dalam hidup seseorang. Jika kamu berhasil membuktikan diri melalui pencapaianmu, suatu hari nanti kamu bisa menoleh ke belakang dan merasa berterima kasih pada setiap orang yang telah memandang sebelah mata kepadamu. Bahkan kamu akan merasa berhutang kepada mereka. Karena tanpa mereka, mungkin kamu nggak akan pernah sampai di sana..

2. Ketidak-nyamanan adalah tanda bahwa kamu sedang bertumbuh
Tahu kepompong kan? Mungkin kamu tahu bahwa ada saatnya kepompong harus menjalani masa yang sukar sebelum menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Jika kamu berniat membantu, kamu justru akan merusak pertumbuhannya. Bukannya semakin cepat ia menjadi kupu-kupu, bisa-bisa ia malah mati dan merana, karena pada saat-saat itu, ia sedang menguatkan otot-otot tertentu dalam sayapnya agar ia dapat terbang.

Demikian juga dengan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang menyebalkan dalam hidupmu. Bisa jadi itu cara Tuhan menguatkan otot-otot kebaikan dan urat-urat mental dalam jiwamu, agar pada saatnya nanti, kamu terbiasa menghadapi keadaan yang seperti itu. Ingatlah bahwa apapun yang tidak membunuhmu, menjadikanmu lebih kuat!

3. Mungkin Tuhan sedang mengembangkanmu untuk membentuk dan membuat kehidupan orang lebih baik melalui pengalaman-pengalamanmu yang buruk di masa lalu.
Coba tebak, siapa yang bisa memberi penghiburan pada mereka yang patah hati? Hanya orang yang pernah melaluinya. Siapa yang bisa merasakan penderitaan mereka yang sakit parah? Hanya mereka yang pernah mengalaminya. Percayalah sob, tanpa pernah mengalami apa yang seseorang alami, kamu takkan pernah bisa mengerti keadaannya. Namun dengan mengalaminya sendiri, kamu jadi bisa bercerita banyak dan menjadi berkat bagi orang lain dalam 'pengalaman istimewa'mu tersebut.

Jika lain kali kamu bertanya mengapa hal buruk terjadi pada orang baik seperti dirimu, cobalah untuk menanyakan pada diri sendiri, apa yang dapat kamu pelajari melalui pengalaman itu? Apa yang telah diajarkan oleh pengalamanmu dalam hal itu? Kamu pasti mendapatkan sudut pandang baru dalam memandang kehidupan!

Monday, April 27, 2009

Jangan Pernah Buat Alasan!!!



Pernah nonton The Greatest Game Ever Played?
Film ini inspiratif banget!!!

Bermula dari kegemaran Francis Ouimet akan golf, yang dianggap sebagai mainannya orang kaya pada jaman itu (sampe sekarang juga masih, sih..). Orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang mendukung. Bahkan ayahnya menentangnya. Hanya ibunya yang bisa memahaminya.

Karena tekanan dari sang ayah, Francis kemudian melupakan cia-citanya untuk jadi pegolf terkenal. Hingga akhirnya, dia diminta untuk ikut bertanding di Kejuaraan Amerika Terbuka melawan para pegolf profesional terbaik dunia, termasuk Harry Vardon, idolanya.

Kebayang gak sih, gimana sikap mental seseorang yang hanya dipandang sebelah mata? Udah gitu, orang-orang sekelilingnya gak ada yang mendukung, lagi.. Hmhh.. gak bisa disalahin kalo orang itu jadi down.. Tapi ternyata nggak gitu halnya dengan Mr. Ouimet. Dia tetap saja berjuang, walaupun hanya didampingi caddy-nya yang berumur 10 tahun, Eddie Lowrey. Yang jadi masalah, pesaingnya bukan hanya pegolf amatir yang 'ecek-ecek', tapi bener-bener pegolf profesional, yang terbaik dari kelasnya. Hmghh..

Awalnya, banyak orang meragukan kemampuan seorang Francis Ouimet untuk maju ke babak selanjutnya. Toh, dia hanya seorang pemain amatir. Orang tuanya miskin, dan dia sendiri hanya seorang caddy. Dilihat dari segala sisi, gak mungkin deh.. Mana lagi caddynya seorang anak berusia 10 tahun, yang ukuran badannya sama dengan peralatan golfnya. Sering, pasangan ini diketawain di belakang karena keunikan mereka. Tapi nyatanya, mereka tidak menyerah.

Fakta dan teori memang seringkali bertentangan. Mr. Ouimet yang di atas kertas nggak mungkin bisa, selanjutnya malah mengalahkan semua pesaingnya yang notabene sudah punya nama besar, dan tinggal berhadapan dengan Harry Vardon. Bahkan ketika semua orang masih bilang nggak mungkin, pemuda sederhana ini menunjukkan bahwa nggak ada yang nggak mungkin kalo kita mau berusaha dengan tekun.

Well, akhirnya mungkin bisa ditebak. Francis Ouimet menang. Tapi, perjuangannya untuk sampai ke sana benar-benar nggak mudah. Sekali lagi, bener-bener nggak mudah.

Mungkin kamu pernah merasa seperti Mr. Ouimet yang menjadikan kekuranganmu sebagai alasan untuk tidak berhasil. Keluarga sederhana, orang tua yang hanya orang biasa, dipandang sebelah mata, nggak memenuhi syarat, dan jutaan hal lainnya. Tapi sejarah membuktikan bahwa ada orang-orang yang bisa meraih impian mereka dengan usaha yang tekun. Dan, Mr. Ouimet pun hanya orang biasa, sama seperti kita. Tapi dia menorehkan sejarah yang sangat manis dengan tidak menjadikan segala kekurangannya sebagai alasan untuk nggak maju.

Apa impianmu saat ini? Apa yang menghalangimu untuk terus maju? Jangan pernah buat alasan. Kamu bisa. Kamu mampu. Di dalam dirimu tersimpan semua yang kamu butuhkan untuk berhasil. Jika saja kamu mau lebih berusaha. Jika saja kamu mau bertahan menghadapi kesukaran-kesukaranmu. Jika saja kamu mau lebih bertekun.

Nggak ada alasan bagi tiap orang yang mau berhasil untuk tidak mewujudkan impian mereka. Tuhan seringkali menaruh impian-impian dalam hati kita bukan untuk kita lupakan, namun untuk kita raih dan wujudkan. Jika kita ada di dunia ini, maka kita seharusnya mencerminkan kemuliaanNya, bukan?

Jika kamu mulai melupakan impianmu dan memikirkan hal lain sebagai gantinya, cobalah pikirkan kembali. Jika kamu melakukan apa yang kamu anggap benar, go ahead. Tapi jika itu bukan tujuanmu dilahirkan, please, friend, kembalilah. Impian kita ada bukan hanya untuk direnungkan, namun juga untuk diperjuangkan dan diwujudkan.

Lain halnya jika kamu belum memiliki impian. Mungkin, untuk kasus yang seperti ini, kamu harus menanyakannya kepada Tuhan yang menciptakanmu. Agar kamu nggak salah arah dan dapat berfungsi sebagaimana tujuanmu diciptakan.

Majulah, teman.
Jadikan impianmu kenyataan.
Mulailah dengan melakukan hal-hal kecil di sekelilingmu dengan cara dan sikap yang besar!